Jumat, 16 Maret 2012

MEMPERINGATI MAULID NABI SAW


Nabi Muhammad dilahirkan di kota Makkah pada hari senin tanggal 12 Rabiul awal (20 April 517M)lima puluh malam sesudah peristiwa pasukan gajah menyerang Ka’bah. Ayah Nabi Muhammad bernama Abdullah bin Abu Mutholib keturunan dari Nabi Ismail dan ibunya bernama Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf dari keluarga Zahrah. Ayahnya telah meninggal sebelum kelahiran Baginda Nabi Muhammad. Sementara ibunya meninggal ketika baginda berusia kira-kira enam tahun, menjadikannya seorang anak yatim piatu. Menurut tradisi keluarga orang Mekah, baginda dipelihara oleh seorang ibu angkat(ibu susu:-wanita yang menyusukan baginda) yang bernama Halimahtus Sa'adiah. kampung halamannya di pegunungan selama beberapa tahun. Dalam tahun-tahun itu, baginda telah dibawa ke Makkah untuk mengunjungi ibunya. Setelah ibunya meninggal, baginda dijaga oleh kakeknya, Abdul Muthalib. karena kakeknya juga meninggal, baginda dijaga oleh bapa saudaranya, Abu Talib. Ketika inilah baginda sering kali membantu mengembala kambing-kambing bapa saudaranya di sekitar Mekah dan kerap sekali menemani dalam urusan perdagangan ke Syam (Syria).

Merayakan Atau Memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang diisi dengan acara menceritakan kembali kisah-kisah Nabi Muhammad SAW, mulai dari detik-detik kelahirannya, tanda-tanda dan mu’jizat-mu’jizatnya dihadapan orang banyak dalam suatu pertemuan, pemberian sedekah dan memperbanyak sholawat dan salam kepada beliau merupakan salah satu perbuatan bid’ah yang baik (bid’ah hasanah) dan akan mendapatkan pahala karena memuliakan Rasullullah saw.

Al-Hafidz Syamsuddin Al-Jazri berkata,” Abu Lahab setelah meninggal diimpikan dan ditanyakan kepdanya, “bagimana keadaanmu?” Ia menjawab, ‘saya di neraka, hanya saja setiap malam Senin saya mendapatkan keringanan siksaan dan dapat dapat menghisap air di antara jari jemari sebanyak ujung jari. Hal keringanan ini karena saya pernah membebaskan Tsuwaibah, budakku, ketika ia memberitakan kelahiran Nabi Muhammad, dan karena Tsuwaibah menyusuinya.’ Jika Abu Lahab yang kafir yang dipastikan kekafirannya oleh Allha dalam AL-quran mendapat keringanan siksaan di neraka sebab rasa senangnya pada malam kelahiran Nabi Muhammad, maka bagaimana kiranya umat Nabi yang beragama islam yang berasa bahagia dengan kelahirannya dan mendermakan apa yang dimilikinya demi cinta kepada beliau??Balasannya hanya dari Allah.berupa masuk surga sebab anugerah-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar