Sesungguhnya mengkafirkan orang islam (orang-orang
yang telah mengucapkan kalimat “La ilaaha illallah”)merupakan perkara yang
berat. Di dalam hadits yang shoheh disebutkan :
“sesungguhnya
Nabi saw. Telah bersabda, “Apabila seseorang mengkafirkan saudara sesamanya,
maka pengkafiran itu pasti menimpa kepada salah satunya. Jika yang dikafirkan
itu memang kafir, maka ia kafir. Jika yang dikafirkan tidak kafir, maka
kekafiran itu kembali menimpa kepada orang yang mengkafirkan.”” (H.R Imam Muslim).
Imam Abu Bakar al Baqilani mengatakan, “Memasukkan
seribu orang kafir kedalam Islam karena ada kemiripan Islam dalam satu hal saja
itu lebih kecil resikonya daripada mengkafirkan seorang muslim karena ada
seribu kemiripan kekafiran”
Lalu bagaimana halnya dengan orang yang berani
mengkafirkan mayoritas orang muslim dan menghukuminya syirik yang akhir-akhir
ini marak terjadi di Indonesia hanya karena mereka melakukan tawassul dan
mengambil berkah peninggalan orang-orang baik sementara keimanan mereka telah
jelas nyata dan hati mereka tetap meng-Esakan Allah, orang-orang yang
berpendirian seperti itu adalah orang-orang yang di dalamnya sarat dengan
paham-paham yang keliru. Sebagaimana sabda Rasullullah saw:
“sesungguhnya
syetan benar benar putus asa dalam usahanya agar disembah oleh orang-orang yang
menjalankan sholat di semenanjung Arab, tapi syetan mengambil cara adu domba di
antara mereka,” (H.R Imam Muslim dan
AtiTurmudzi).
Na’udzubillah,,,,jangan sampai kita mengkafirkan sesama
muslim (golongan umat muslim) dalam hal apa pun hanya karena tidak sepaham
dengan amalan yang kita kerjakan. Pastilah syetan merasa puas telah berhasil
mengadu domba umat muslim.
Semoga Bermanfaat
(sumber: aqidah ASWAJA karangan Al Habib Zainal Al Alawy)