Senin, 20 Februari 2012

TAWASSUL (MENCARI PERANTARA KEPADA ALLAH)


Tawassul dengan walinya Allah artinya menjadikan para kekasih Allah itu sebagai perantara menuju kepada Allah SWT, dalam mencapai hajat, karena kedudukan dan kehormatan di sisi Allah SWT. Pada kakekatnya orang yang bertawassul itu tidak meminta hajatnya terkabulkan kecuali kepadaAllah SWT dan tetap berkeyakinan bahwa Allah-lah yang Maha Memberi dan Maha Menolak, bukan lain-Nya.
Dalam hadits qudsi disebutkan:
“Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah, sehingga Aku mencintainya. Apabila aku mencintainya, maka Aku pendengarannya yang ia dengan dengannya, dan penglihatannya yang ia melihat dengannya, tangannya yang memukul dengannya dan kakinya yang ia berjalan dengannya. Apabila ia memohon kepada-Ku, maka aku berinya, dan jika ia meminta perlindungan, maka aku berinya perlindungan.” (H.R. Imam al-Bukhori)
Tawassul dengan orang-orang yang dicintai Allah, seperti nabi-nabi dan orang-orang yang sholeh (seperti wali) itu boleh berdasarkan ijma’ ulama. Adapun dalil dalam Al-quran tentang tawassul adalah:
“hai orang-orang yang beriman, bertawakalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya.” (QS. Al Maidah: 35)
Para nabi dan para wali itu hidup dalam kubur mereka dan arwah mereka berada disisi Allah swt. Barang siapa yang bertawassul dengan mereka dan menghadap kepada mereka, maka mereka kan menghadap kepada Allah dalam rangka tercapainya permintaannya.
Sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat nabi. Mereka selalu dan terbiasa bertawassul dengan Rasullullah saw setelah beliau wafat, seperti yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih:
“Sesungguhnya orang-orang pada masa khalifah Umar bin Khattab ra, tertimpa paceklik karena kekurangan hujan. Kemudian Bilal bin Al-Harits ra. Datang kekuburan Rasullullah saw. Dan berkata: “Ya Rasullullah, mintakanlah hujan untuk umatmu karena mereka telah binasa.” Kemudian ketika Bilal tidur didatangi oleh Rasullullah saw, dan berkata “Datanglah kepada Umar dan smapaikan salamku kepadanya dan beritahukan kepada mereka, bahwa mereka akan dituruni hujan. Bilal lalu datang kepada khalifah Umar dan menyampaikan berita tersebut. Umar menangis dan orang-orang dituruni hujan. ”
Adapun dalil lain tentang tawassul:
“Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepda Allah dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang” (QS: An-Nisa’:64)
Ada tiga macam cara tawassul dengan para kekasih Allah:
1.     Memohon (berdoa) kepada Allah SWT
2.    Meminta kepada orang yang dijadikan wasilah agar ia memohon kepada Allah untuknya agar terpenuhi hajatnya.
3.    Meminta sesuatu yang dibutuhkan kepada orang yang dijadikan washilah, dan meyakini hanya sebagai sebab Allah memenuhi permintaanya karena pertolongan orang yang dijadikan washilah dan karena doanya pula.
Semoga Bermanfaat ^_^
(sumber: aqidah ASWAJA karangan Al Habib Zainal Al Alawy)

Kamis, 16 Februari 2012

AS ROMA

A.S. Roma didirikan pada musim panas 1927 oleh Italo Foschi dengan cara menggabungkan 3 klub sepak bola dari kota Roma,Italia yaitu Roman FC, SS Alba-Audace dan Fortitudo-Pro Roma SGS. Alasan dari merger ketiga klub ini adalah untuk membentuk sebuah klub sepak bola yang kuat untuk menjadi rival dari klub-klub sepak bola Italia bagian Utara. Namun demikian dari penggabungan ini, ada satu klub di kota Roma waktu itu yang tidak ikut bergabung, yaitu SS Lazio.


AS Roma juga identik dengan warna merah marun dan kuning keemasan, yang mewakili warna tradisional dari kota itu sendiri. Warna itu sendiri diambil dari salah satu dari tiga klub merger, yaitu Roman Football Club.


Klub ini bermarkas di Stadion Olimpico, Stadio Olimpico Roma merupakan salah satu stadion yang terletak di Roma, Italia. Stadion ini memiliki kapasitas 82.307 kursi. Stadion ini merupakan kandang dari Klub sepak bola S.S. Lazio dan AS Roma.

Daftar Pemain & Pelatih