Tawassul
dengan walinya Allah artinya menjadikan para kekasih Allah itu sebagai
perantara menuju kepada Allah SWT, dalam mencapai hajat, karena kedudukan dan
kehormatan di sisi Allah SWT. Pada kakekatnya orang yang bertawassul itu tidak
meminta hajatnya terkabulkan kecuali kepadaAllah SWT dan tetap berkeyakinan
bahwa Allah-lah yang Maha Memberi dan Maha Menolak, bukan lain-Nya.
Dalam
hadits qudsi disebutkan:
“Hamba-Ku tidak
henti-hentinya mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah, sehingga
Aku mencintainya. Apabila aku mencintainya, maka Aku pendengarannya yang ia
dengan dengannya, dan penglihatannya yang ia melihat dengannya, tangannya yang
memukul dengannya dan kakinya yang ia berjalan dengannya. Apabila ia memohon
kepada-Ku, maka aku berinya, dan jika ia meminta perlindungan, maka aku berinya
perlindungan.” (H.R. Imam al-Bukhori)
Tawassul
dengan orang-orang yang dicintai Allah, seperti nabi-nabi dan orang-orang yang
sholeh (seperti wali) itu boleh berdasarkan ijma’ ulama. Adapun dalil dalam
Al-quran tentang tawassul adalah:
“hai orang-orang
yang beriman, bertawakalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri
kepada-Nya.” (QS. Al Maidah: 35)
Para
nabi dan para wali itu hidup dalam kubur mereka dan arwah mereka berada disisi Allah
swt. Barang siapa yang bertawassul dengan mereka dan menghadap kepada mereka,
maka mereka kan menghadap kepada Allah dalam rangka tercapainya permintaannya.
Sebagaimana
yang dilakukan oleh para sahabat nabi. Mereka selalu dan terbiasa bertawassul
dengan Rasullullah saw setelah beliau wafat, seperti yang diriwayatkan Imam
Al-Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih:
“Sesungguhnya
orang-orang pada masa khalifah Umar bin Khattab ra, tertimpa paceklik karena
kekurangan hujan. Kemudian Bilal bin Al-Harits ra. Datang kekuburan Rasullullah
saw. Dan berkata: “Ya Rasullullah, mintakanlah hujan untuk umatmu karena mereka
telah binasa.” Kemudian ketika Bilal tidur didatangi oleh Rasullullah saw, dan
berkata “Datanglah kepada Umar dan smapaikan salamku kepadanya dan beritahukan
kepada mereka, bahwa mereka akan dituruni hujan. Bilal lalu datang kepada
khalifah Umar dan menyampaikan berita tersebut. Umar menangis dan orang-orang
dituruni hujan. ”
Adapun
dalil lain tentang tawassul:
“Sesungguhnya
jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun
kepda Allah dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka
mendapati Allah Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang” (QS: An-Nisa’:64)
Ada
tiga macam cara tawassul dengan para kekasih Allah:
1. Memohon (berdoa) kepada Allah
SWT
2. Meminta kepada orang yang
dijadikan wasilah agar ia memohon kepada Allah untuknya agar terpenuhi
hajatnya.
3. Meminta sesuatu yang dibutuhkan
kepada orang yang dijadikan washilah, dan meyakini hanya sebagai sebab Allah
memenuhi permintaanya karena pertolongan orang yang dijadikan washilah dan
karena doanya pula.
Semoga Bermanfaat
^_^
(sumber: aqidah ASWAJA karangan Al Habib Zainal Al Alawy)